gaaruu's ♥
Jumat, 16 Maret 2012
Selasa, 13 Maret 2012
kualat :(
hari ini kan harusnya gw kuliah pancasila pagi ! ternyata gara2 semalem gak bisa tidur terus pas pilek yang gak sembuh-sembuh, berasa kualat sama yudhis:( padahal kemaren sore gw abis ngata-ngatain dia..parah -_-
ternyata !
ahahha..gak tau musti bilang apa nih malem. ternyata ke KEPO an gw berbuah gak baik buat hati gw, tahu sesuatu yang harusnya gw gak tahu itu rasanya GAK ENAK !!!!
my familly @TusBolfam
sayang banget sama keluarga kecil ini ! walaupun kita sering gak sepaham..tapi sayang kalian semua :)
Selasa, 23 November 2010
Fungsi Hati Dalam Tubuh Manusia.
Hati adalah organ tunggal dalam tubuh yang paling besar dan kompleks. Dengan bobot sekitar 2 kg, hati mempunyai tugas penting yang rumit demi kelangsungan seluruh fungsi kesehatan tubuh. Fungsi ini dikelompokkan menjadi 3 kategori :

1. Regulasi
Hati berfungsi mengatur komposisi darah terutama jumlah gula, protein dan lemak yang masuk dalam peredaran darah. Hati juga menyingkirkan bilirubin dari darah untuk kemudian dikeluarkan melalui feses.
2. Metabolisme
Hampir semua zat makanan yang diserap melalui usus diproses dalam hati. Selain itu, untuk mengubah zat makanan menjadi bentuk yang dapat digunakan tubuh, hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat gizi lain, seperti vitamin A. Di dalam hati juga dihasilkan kolesterol, zat pembeku darah, serta protein khusus dan empedu.
3. Detoksifikasi
Organ hatilah yang mendetoksifikasi darah. Hati memisahkan obat-obatan dan bahan kimia atau metabolit yang berpotensi merusak dari aliran darah, lalu mengubahnya, sehingga dapat dikeluarkan ke empedu dan akhirnya lewat feses.
Itulah “Fungsi Hati Dalam Tubuh Manusia”, sedangkan untuk wanita, hati sebagai alat utama untuk menentukan hal tertentu yang bersifat pribadi.

Foto Hati Manusia dalam Fungsi Hati Dalam Tubuh Manusia
1. Regulasi
Hati berfungsi mengatur komposisi darah terutama jumlah gula, protein dan lemak yang masuk dalam peredaran darah. Hati juga menyingkirkan bilirubin dari darah untuk kemudian dikeluarkan melalui feses.
2. Metabolisme
Hampir semua zat makanan yang diserap melalui usus diproses dalam hati. Selain itu, untuk mengubah zat makanan menjadi bentuk yang dapat digunakan tubuh, hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat gizi lain, seperti vitamin A. Di dalam hati juga dihasilkan kolesterol, zat pembeku darah, serta protein khusus dan empedu.
3. Detoksifikasi
Organ hatilah yang mendetoksifikasi darah. Hati memisahkan obat-obatan dan bahan kimia atau metabolit yang berpotensi merusak dari aliran darah, lalu mengubahnya, sehingga dapat dikeluarkan ke empedu dan akhirnya lewat feses.
Itulah “Fungsi Hati Dalam Tubuh Manusia”, sedangkan untuk wanita, hati sebagai alat utama untuk menentukan hal tertentu yang bersifat pribadi.
Minggu, 21 November 2010
Jejas dan adaptasi sel serta penyembuhan jaringan
1. Degenerasi hialin Penderita : wanita umur 25 tahun, Indonesia dengan myoma pada corpus uteri. diambil dari liemyoma uteri. Klinis : sering berakibat mandul, PP tes (+) , pembengkakan perut bagian bawah, rasa tertekan pada pelvis, melahirkan lebih cepat dari normalnya karena fibroid menekan kandungan bawah, sering buang air kecil fibroid menekan kantong kemih. ciri ciri preparat: terdapat otot polos yang jarang2. Terlihat jaringan myoma yang sebagian mengalami degenerasi hialin yaitu jaringan dengan inti sedikit.Pada bagian yang mengalami degenerasi hialin tampak jaringan dengan inti (berbentuk fusiform) sedikit.tidak ada mitosis patologik.
2. Degenerasi hidropik diambil dari molla hidatidosa (hamil anggur, gestational trophoblastic disease, invasive mole, chorioadenoma destruens) Klinis: perdarahan prevaginam, gejala seperti orang hamil muda, tidak haid. ciri-ciri preaparat: Terlihat villi choriales dengan degenerasi hidropik, yaitu villi membesar dengan stroma di dalam villi mencai, tidak ada pembuluh darah vili dan prolifrasi sel tropoblast, vili choriales dilapisi oleh trophoblast yang terdiri dari sitothropoblast (sitoplasma gelap, bulat kecil) dan sinsitiothropoblast (sitoplasma jernih, ireguler dan besar)

3. Degenerasi mukoid diambil dari adenokarsinoma lambung. terdapat 3 katagori lesi tipe intestinal bersifat ulseratif. klinis : anorexia, ada riwayat penyakit lambung, BB turun, dispepsi,vommitus,malaisem stenosus pylorus, abdominal pain. ciri ciri preparat : terdapat signet ring cell . terdapat sel-sel yang mengandung vacuola dalam sitoplasma .vacuola ada yang masih kecil, tapi banyak juga yang sudah besar sehingga mendesak inti sel ke tepi .kadang-kadang terlihat dalam sitoplasma lebih dari satu vacuola yang kecil-kecil, vacuola ini seperti kosong tapi sebenarnya terisi oleh bahan mukoid .vacuola ini terus membesar oleh karena timbunan mukoid dan menjadi satu vacuola yang besar dan mendesak inti tepi, sel-sel tersebut berbentuk seperti cincin stempel (signet ring cells) .sel-sel seperti cincin stempel akhirnya akan mati karena desakan dan bahan mukoid di dalamnya akan tertimbun di sekitarnya

4. Degenerasi albumin. diambil dari epitel tubuli ren. dapat terjadi pada sindrom nefrotik (SN) adalah gangguan pada ginjal yang menyebabkan protein didalam darah kelur dari urin. kehilangan albumin yang terus menerus akan meningkatkan pengeluaran cairan dari saluran darah ke jaringan sehingga mengakibatkan edema. Klinis: demam, sakit pingang belakang. ciri-ciri preparat : Tubuli ginjal tidak sama besarnya . sel-sel epitel tubulus membengkak dan menonjol ke arah lumen . batas sel satu dengan lainnya tidak jelas . inti sel pucat (kurang mengambil bahan pewarnaan). sitoplasma granular (keruh)

5. Metaplasi squamosa. diambil dari jaringan endoserviks »lesi pra kanker serviks/ leher rahim/ neoplasia intraepitelial (NIS) atau lesi intraeptelial serviks (LIS). Metaplasi adalah perubahan reversibel transformasi dari bentuk sel yang berdeferensiasi sempurna (dewasa) ke tipe sel lain dengan deferensiasi sempurna juga, dimana sel yang lebih peka terhadap jejas diganti oleh sel yang dapat menahan lingkungan yang merugikan dari suatu jejas. Klinis: pada lesi pra kanker klinisnya tidak begu nampak. ciri-ciri preparat : jaringan endoservik dengan epitel kelenjar berbentuk silindris. Tampak bagian epitel yang mengalami metaplasi skuamosa (perubahan epitel dari epitel silindris menjadi epitel skuamosa) . Membrana basalis utuh.Pada jaringan ikat di bawah epitel, stroma tampak sembab dengan infiltrat sel radang yang terdiri dari limfosit, sel plasma dan histiosit.
6.Kalsifikasi distrofis . Penderita: perempuan 18 th, Indonesia. Sejak 2 tahun di dalam mulutnya terdapat benjolan diameter kira-kira 2cm, konsistensi agak keras, tidak terasa sakit, kadang-kadang berdarah. penimbuanan masa kabur dalam jaringan yang rusak/nekrosis/mati. ciri-ciri preparat : Terlihat ada pulau. Di bawah epitel gepeng berlapis tampak jaringan ikat fibrosa dengan di antaranya terdapat perkapuran (berwarna ungu).
7.Pigmen Hemo
siderin. diambil dari jaringan endometriosis eksterna diovarium. Eritrosit difagosit oleh magrofag dimana Hb kemudian dipecah menjadi biliverdin kemudian bilirubin dan akhirnya hemosiderin. Pigmen hemosiderin berwarna kuning emas sampai coklat, granuler atau kristal mengandung besi. ciri-ciri preparat : Sediaan menunjukkan jaringan ovarium dengan ruangan yang dilapisi jaringan granulasi. Pada jaringan granulasi dijumpai makrofag yang mengandung pigmen hemosiderin (berwarna coklat). dengan pengecatan untuk hemosiderin (Prusian Blue) hasilnya positif.
8.Pigmen karbon. diambil dari paru-paru. disebut juga antrakosis adalah penyakit yang disebabkan oleh debu batubara, apabila disertai dengan komplikasi atau emphysema yang memungkinkan kematian. pigemen karbon dianggap benda asing sehingga merangsang sel fagosit. Klinis : batuk dahak pekat hitam, nafas pendek. ciri-ciri preparat : alveoli sebagian besar tidak normal lagi . banyak alveoli yang menjadi lebih besar (emfisema) , ada juga alveoli yang berisi masa homogen homogen yang eosinofil (dalam cairan serosa) , ada alveoli yang mengalami kolaps sehingga dindingnya satu dengan lainnya berhimpitan (atelektase) . di samping itu masih terdapat satu-dua alveoli yang normal. yang mencolok adalah adanya pigmen hitam sebagai butir-butir di dalam jaringan ikat. Jaringan ikat interalveolar bertambah dan mengandung banyak pembuluh darah. Didapatkan pula makrofag yang berisi pigmen hitam di dalam sitoplasma.

9.Tophus Penderita: perempuan 35 tahun. Benjolan pada siku kanan diameter 35 cm, keras. Tophus menupakan penyakit dimana terjadi gangguan metabolisme purin sehingga apada jaringan dijumpai penimbunan kristal natrium biurat, penimbunan ini sering nampak adadaerah sendi. Tophus merupakan penimbunan dari asam urat. banyak terjadi pada penyakit sendi kronis (rheumatoid arthritis, Gout artitis) Klinis: benjoalan dekat sendi, kerasm nyeri tekan. ciri-ciri preparat : Terlihat adanya sarang-sarang bulat dan hampir bulat dengan bagian-bagian yang merupakan bagian tidak berstruktur selular dan di bagian tepinya dikelilingi oleh jaringan ikat dengan sel-sel radang. sarang-sarang yang tak berstruktur ternyata adalah jaringan yang nekrotis dan diantaranya terdapat bahan yang homogen.Sarang tersebut dikelilingi oleh jaringan ikat dengan sel-sel radang kronis dan sel raksasa tipe benda asing. bahan homogen tersebut adalah timbunan natrium biurat yang semestinya dalam bentuk kristal
10. Granuloma kholesterol ester. perempuan 30 tahun , masa kenyal diameter 1cm pada gingiva. diambil dari gingiva. Benda asing adalah kristal kolesterol yang terjadi akubat akumulasi kolesterol ester. pada pembuatan preparat krostal kolesterol larut. ciri-ciri preparat : Terlihat adanya celah-celah kosong berbentuk seperti jarum, bekas terisi kristal kholesterol yang terlarut pada waktu pembuatan preparat. Celah-celah ini dikelilingi oleh jaringan ikat dengan sebukan sel-sel raksasa tipe benda asing dan sel-sel radang kronis.

11.Jaringan nekrosis diambil dari : massa di kavum uteri » pada tuba uterian. Digesti enzim akibat enzim dari selnya sendiri yang mati disebut autodigesti (autolysis), bila digestinya akibat enzim lain misalnya akibat leukosti pada proses eadang disebut heterodigesti (heterolysis). pada saat nekrosisterjad denaturasi prostein lebih dominan dimana enzim proteolisis tidak sempat keuar dari lisosom akan terjadi nekrosis koagulasi dan terjadi akibat hipoplaksia/iskhemi. Klinis: tubektomi, jaringan tampak keruh. Ciri-ciri preparat: perhatikan pada villi tuba tampak perubahan dari villi yang normal menjadi villi yang nekrotis .Jaringan yang nekrotis tampak tidak berstruktur dengan inti yang: Piknotis (inti berkerut, tercat gelap padat), Karyorrhexis (inti piknotik yang terfregmentasi/robek, intinya pecah ), karyolisis (inti hilang/larut)
12.Jaringan parut (Cicatrix). jaringan ikat yang terbentuk akbat radang / ulkkus dimana tidak dijumapi appendices kulit. Pembentukaan jaringan cicatrix yang berlebihana disebut keloid. Klinis: tonjolan pada bekas dikulit. Ciri-ciri preparat : Terlihat jaringan kulit dengan epidermis yang sebagian menipis (atrofi) . Pada jaringan ikat di bawah epidermis tidak didapatkan appendices kulit, hanya teridiri dari jaringan ikat kolagen yang tebal yang mengandung banyak pembuluh-pembuluh darah dan sebukan sel-sel radang. Pada jaringan ikat yang tebal tampak sedikit infiltrat sel-sel radang yang tirdiri dari limfosit dan sel plasma. Papila coriinya mendatar.
2. Degenerasi hidropik diambil dari molla hidatidosa (hamil anggur, gestational trophoblastic disease, invasive mole, chorioadenoma destruens) Klinis: perdarahan prevaginam, gejala seperti orang hamil muda, tidak haid. ciri-ciri preaparat: Terlihat villi choriales dengan degenerasi hidropik, yaitu villi membesar dengan stroma di dalam villi mencai, tidak ada pembuluh darah vili dan prolifrasi sel tropoblast, vili choriales dilapisi oleh trophoblast yang terdiri dari sitothropoblast (sitoplasma gelap, bulat kecil) dan sinsitiothropoblast (sitoplasma jernih, ireguler dan besar)
3. Degenerasi mukoid diambil dari adenokarsinoma lambung. terdapat 3 katagori lesi tipe intestinal bersifat ulseratif. klinis : anorexia, ada riwayat penyakit lambung, BB turun, dispepsi,vommitus,malaisem stenosus pylorus, abdominal pain. ciri ciri preparat : terdapat signet ring cell . terdapat sel-sel yang mengandung vacuola dalam sitoplasma .vacuola ada yang masih kecil, tapi banyak juga yang sudah besar sehingga mendesak inti sel ke tepi .kadang-kadang terlihat dalam sitoplasma lebih dari satu vacuola yang kecil-kecil, vacuola ini seperti kosong tapi sebenarnya terisi oleh bahan mukoid .vacuola ini terus membesar oleh karena timbunan mukoid dan menjadi satu vacuola yang besar dan mendesak inti tepi, sel-sel tersebut berbentuk seperti cincin stempel (signet ring cells) .sel-sel seperti cincin stempel akhirnya akan mati karena desakan dan bahan mukoid di dalamnya akan tertimbun di sekitarnya
4. Degenerasi albumin. diambil dari epitel tubuli ren. dapat terjadi pada sindrom nefrotik (SN) adalah gangguan pada ginjal yang menyebabkan protein didalam darah kelur dari urin. kehilangan albumin yang terus menerus akan meningkatkan pengeluaran cairan dari saluran darah ke jaringan sehingga mengakibatkan edema. Klinis: demam, sakit pingang belakang. ciri-ciri preparat : Tubuli ginjal tidak sama besarnya . sel-sel epitel tubulus membengkak dan menonjol ke arah lumen . batas sel satu dengan lainnya tidak jelas . inti sel pucat (kurang mengambil bahan pewarnaan). sitoplasma granular (keruh)
5. Metaplasi squamosa. diambil dari jaringan endoserviks »lesi pra kanker serviks/ leher rahim/ neoplasia intraepitelial (NIS) atau lesi intraeptelial serviks (LIS). Metaplasi adalah perubahan reversibel transformasi dari bentuk sel yang berdeferensiasi sempurna (dewasa) ke tipe sel lain dengan deferensiasi sempurna juga, dimana sel yang lebih peka terhadap jejas diganti oleh sel yang dapat menahan lingkungan yang merugikan dari suatu jejas. Klinis: pada lesi pra kanker klinisnya tidak begu nampak. ciri-ciri preparat : jaringan endoservik dengan epitel kelenjar berbentuk silindris. Tampak bagian epitel yang mengalami metaplasi skuamosa (perubahan epitel dari epitel silindris menjadi epitel skuamosa) . Membrana basalis utuh.Pada jaringan ikat di bawah epitel, stroma tampak sembab dengan infiltrat sel radang yang terdiri dari limfosit, sel plasma dan histiosit.
6.Kalsifikasi distrofis . Penderita: perempuan 18 th, Indonesia. Sejak 2 tahun di dalam mulutnya terdapat benjolan diameter kira-kira 2cm, konsistensi agak keras, tidak terasa sakit, kadang-kadang berdarah. penimbuanan masa kabur dalam jaringan yang rusak/nekrosis/mati. ciri-ciri preparat : Terlihat ada pulau. Di bawah epitel gepeng berlapis tampak jaringan ikat fibrosa dengan di antaranya terdapat perkapuran (berwarna ungu).
7.Pigmen Hemo
siderin. diambil dari jaringan endometriosis eksterna diovarium. Eritrosit difagosit oleh magrofag dimana Hb kemudian dipecah menjadi biliverdin kemudian bilirubin dan akhirnya hemosiderin. Pigmen hemosiderin berwarna kuning emas sampai coklat, granuler atau kristal mengandung besi. ciri-ciri preparat : Sediaan menunjukkan jaringan ovarium dengan ruangan yang dilapisi jaringan granulasi. Pada jaringan granulasi dijumpai makrofag yang mengandung pigmen hemosiderin (berwarna coklat). dengan pengecatan untuk hemosiderin (Prusian Blue) hasilnya positif.
8.Pigmen karbon. diambil dari paru-paru. disebut juga antrakosis adalah penyakit yang disebabkan oleh debu batubara, apabila disertai dengan komplikasi atau emphysema yang memungkinkan kematian. pigemen karbon dianggap benda asing sehingga merangsang sel fagosit. Klinis : batuk dahak pekat hitam, nafas pendek. ciri-ciri preparat : alveoli sebagian besar tidak normal lagi . banyak alveoli yang menjadi lebih besar (emfisema) , ada juga alveoli yang berisi masa homogen homogen yang eosinofil (dalam cairan serosa) , ada alveoli yang mengalami kolaps sehingga dindingnya satu dengan lainnya berhimpitan (atelektase) . di samping itu masih terdapat satu-dua alveoli yang normal. yang mencolok adalah adanya pigmen hitam sebagai butir-butir di dalam jaringan ikat. Jaringan ikat interalveolar bertambah dan mengandung banyak pembuluh darah. Didapatkan pula makrofag yang berisi pigmen hitam di dalam sitoplasma.
9.Tophus Penderita: perempuan 35 tahun. Benjolan pada siku kanan diameter 35 cm, keras. Tophus menupakan penyakit dimana terjadi gangguan metabolisme purin sehingga apada jaringan dijumpai penimbunan kristal natrium biurat, penimbunan ini sering nampak adadaerah sendi. Tophus merupakan penimbunan dari asam urat. banyak terjadi pada penyakit sendi kronis (rheumatoid arthritis, Gout artitis) Klinis: benjoalan dekat sendi, kerasm nyeri tekan. ciri-ciri preparat : Terlihat adanya sarang-sarang bulat dan hampir bulat dengan bagian-bagian yang merupakan bagian tidak berstruktur selular dan di bagian tepinya dikelilingi oleh jaringan ikat dengan sel-sel radang. sarang-sarang yang tak berstruktur ternyata adalah jaringan yang nekrotis dan diantaranya terdapat bahan yang homogen.Sarang tersebut dikelilingi oleh jaringan ikat dengan sel-sel radang kronis dan sel raksasa tipe benda asing. bahan homogen tersebut adalah timbunan natrium biurat yang semestinya dalam bentuk kristal
10. Granuloma kholesterol ester. perempuan 30 tahun , masa kenyal diameter 1cm pada gingiva. diambil dari gingiva. Benda asing adalah kristal kolesterol yang terjadi akubat akumulasi kolesterol ester. pada pembuatan preparat krostal kolesterol larut. ciri-ciri preparat : Terlihat adanya celah-celah kosong berbentuk seperti jarum, bekas terisi kristal kholesterol yang terlarut pada waktu pembuatan preparat. Celah-celah ini dikelilingi oleh jaringan ikat dengan sebukan sel-sel raksasa tipe benda asing dan sel-sel radang kronis.
11.Jaringan nekrosis diambil dari : massa di kavum uteri » pada tuba uterian. Digesti enzim akibat enzim dari selnya sendiri yang mati disebut autodigesti (autolysis), bila digestinya akibat enzim lain misalnya akibat leukosti pada proses eadang disebut heterodigesti (heterolysis). pada saat nekrosisterjad denaturasi prostein lebih dominan dimana enzim proteolisis tidak sempat keuar dari lisosom akan terjadi nekrosis koagulasi dan terjadi akibat hipoplaksia/iskhemi. Klinis: tubektomi, jaringan tampak keruh. Ciri-ciri preparat: perhatikan pada villi tuba tampak perubahan dari villi yang normal menjadi villi yang nekrotis .Jaringan yang nekrotis tampak tidak berstruktur dengan inti yang: Piknotis (inti berkerut, tercat gelap padat), Karyorrhexis (inti piknotik yang terfregmentasi/robek, intinya pecah ), karyolisis (inti hilang/larut)
12.Jaringan parut (Cicatrix). jaringan ikat yang terbentuk akbat radang / ulkkus dimana tidak dijumapi appendices kulit. Pembentukaan jaringan cicatrix yang berlebihana disebut keloid. Klinis: tonjolan pada bekas dikulit. Ciri-ciri preparat : Terlihat jaringan kulit dengan epidermis yang sebagian menipis (atrofi) . Pada jaringan ikat di bawah epidermis tidak didapatkan appendices kulit, hanya teridiri dari jaringan ikat kolagen yang tebal yang mengandung banyak pembuluh-pembuluh darah dan sebukan sel-sel radang. Pada jaringan ikat yang tebal tampak sedikit infiltrat sel-sel radang yang tirdiri dari limfosit dan sel plasma. Papila coriinya mendatar.
Kamis, 28 Oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)




